Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyusun sejumlah strategi untuk mengurangi kepadatan jemaah di Muzdalifah. Langkah ini dilakukan menyusul evaluasi pelaksanaan haji tahun-tahun sebelumnya.
Muzdalifah menjadi salah satu titik krusial saat puncak haji. Pada fase ini, jutaan jemaah berkumpul dalam waktu bersamaan setelah wukuf di Arafah.
Selain itu, kepadatan ekstrem kerap memicu kelelahan jemaah. Kondisi tersebut dinilai berisiko, terutama bagi jemaah lansia dan kelompok rentan.
Pengaturan Waktu dan Transportasi
Sementara itu, Kemenhaj menerapkan pengaturan waktu keberangkatan jemaah dari Arafah. Skema ini bertujuan menghindari penumpukan dalam satu waktu.

Penggunaan transportasi resmi juga diperketat. Jemaah diarahkan menggunakan bus terjadwal agar arus pergerakan lebih terkendali.
Baca juga:SIM Keliling Jakarta 21 Januari 2026
Di sisi lain, jalur pejalan kaki dibatasi untuk kelompok tertentu. Kebijakan ini diterapkan demi menjaga keselamatan dan ketertiban.
Dengan demikian, Kemenhaj berharap kepadatan dapat ditekan secara signifikan. Evaluasi akan terus dilakukan untuk penyempurnaan layanan haji.