Kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik IAT menjadi perhatian luas publik setelah dilaporkan hilang kontak hingga akhirnya ditemukan di wilayah dengan medan sulit. Proses penelusuran kronologi dilakukan bertahap berdasarkan data penerbangan, laporan awak, serta temuan awal di lapangan.
Kontak Terakhir hingga Hilang dari Radar
Pesawat ATR 42-500 IAT dilaporkan melakukan penerbangan sesuai jadwal sebelum akhirnya kehilangan komunikasi dengan pihak pengatur lalu lintas udara. Kontak terakhir tercatat saat pesawat berada di rute yang dikenal memiliki kontur pegunungan dan cuaca yang cepat berubah.
Setelah hilang kontak, upaya pencarian langsung dikoordinasikan dengan melibatkan otoritas penerbangan dan tim SAR.
Upaya Pencarian Awal
Pencarian awal dilakukan melalui pemantauan radar, koordinasi dengan bandara terdekat, serta penyisiran udara. Tantangan utama muncul dari kondisi cuaca dan keterbatasan jarak pandang yang memperlambat proses identifikasi lokasi.

Baca Juga:Pasar LCGC 2025 Turun 30 Persen
Temuan Awal di Lokasi Kejadian
Setelah lokasi pesawat berhasil dipastikan, tim SAR menemukan sejumlah serpihan di area sulit dijangkau. Evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan petugas mengingat medan terjal dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.
Investigasi lanjutan akan dilakukan untuk memastikan faktor penyebab kecelakaan, termasuk aspek teknis dan operasional penerbangan.