Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperpanjang operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan hingga dua minggu ke depan. Operasi ini bertujuan untuk memadamkan titik-titik api karhutla dan mengisi waduk yang kritis menjelang puncak musim kemarau.
Baca Juga:Melawan Oligarki di Wacana Pilkada Lewat DPRD
Kepala UPTD TMC Jatim, M. Zainal Arifin, menjelaskan pesawat Cassna telah menyemai garam NaCl di awan-awan potensial di atas kawasan hutan rawan seperti Sempu, Malang, dan Bojonegoro. Perpanjangan ini dilakukan karena monitoring menunjukkan masih adanya hotspot dan ancaman kekeringan.

“Efektivitas TMC cukup baik. Kami targetkan bisa mengurangi risiko kebakaran hutan dan meningkatkan cadangan air di waduk untuk pertanian,” jelas Zainal.
Baca Juga:Kondisi dan Penanganan Pasien Anak di RSUD Aceh Tamiang
Operasi TMC ini merupakan bagian dari siaga dini provinsi menghadapi musim kemarau. Dinas Kehutanan dan Dinas PU juga telah disiagakan untuk melakukan patroli darat dan memperbaiki jaringan irigasi.
“Langkah ini penting untuk antisipasi, agar kita tidak terlambat dan mengalami krisis air seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.